Linkbucks

Saturday, December 05, 2009

KASUS RESPIRASI

Kasus 1
Seorang anak perempuan, usia 3 tahhun, dibawa ke dokter dengan serangan akut asma yang parah, diduga dipicu oleh infeksi virus. Pasien nampak sulit bernapas (saat ekspirasi ada wheezing, tidak ada sputum kental), batuk sedikit dan panas (38,2oC). Sebelumnya tidak pernah sakit seperti itu dan tidak sedang makan obat.

Problem kasus
• Asma bronkial (serangan akut parah)
• Infeksi virus di tenggorokan
• Batuk sedikitàmekanisme pengeluaran benda asing
• Panas

Tujuan Pengobatan
• Menghilangkan sesak
• Menurunkan panas

P-Treatment & P-Drug
• Advis: istirahat cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena infeksi virus bersifat self-limited
• Terapi non obat: Oksigen
• Terapi obat:
– Bronkodilator
– Antipiretik

Kelompok golongan obat
Bronkodilator efficacy safety suitability
Derivat xantine ++ -
+
B2 agonis selektif ++ ++ ++
antikolinergik + + +

Bronchodilator Efficacy Safety Suitability Cost
Beta agonis FD : B1 meningkatkan heart rate
B2 relaxasi otot polos bronkus
FK : B2 short acting half life 2-3 jam, B2 long acting half life sampai 15 jam Efek samping : tremor, aritmia, takikardi, iritasi(inhaler) Interaksi obat : beta bloker non selektif menghambat efek bronkodilatasi
Methylxanthines FD : hambat fosfodiesterase-tingkatkan cAMP-relaxasi, blok kerja adenosine
FK : half life pendek, index terapi sempit, absorpsi baik, distribusi seluruh tubuh, metabolisme hepar Efek samping : nausea, aritmia, hipotensi, sakit kepala, dizzines, nyeri prekordial, anak-anak mudah kejang Interaksi obat : metabolisme meningkat karena induksi enzim oleh rifampin, fenobaarbital, etanol, rokok
Metabolisme turun karena inhibis enzim olweh cimetidin, eritromisin, gagal jantung, liver disease, orang tua
Antikolinergik FD : antagonis res.kolinergik muskarinik di otot polos-bronkodilatasi, di kelenjar-mukus Efek samping : sakit kepala, gang.Gl trak, palpitasi, mulut kering, nausea Interaksi obat dengan B-adrenegik & xanthin
Kontraindikasi hipersensitif atropine

Beta agonis Efficacy Safety Suitability Cost
Salbutamol FD : stimulasi B2 adrenegik reseptor, relaksasi otot polos bronkus
FK : half life 2-3 jam, onset 30 menit Efek samping : tremor, takikardi, aritmia, iritasi(inhaler) Interaksi obat beta bloker non selektif menghambat efek bronkodilatasi Asmacare tab 2mg x 5 x 10 (Rp. 33000) Suprasma tab 4mg x 150
(Rp. 17000)
Formoterol FD : stimulasi B2 adrenegik reseptor, relaksasi otot polosbronkus
FK : sangat larut lemak, half life >12 jam Efek samping : tremor, takikardi, aritmia, iritasi(inhaler) Interaksi obat beta bloker non selektif menghambat efek bronkodilatasi Symbicort 80/4,5 mcg turbuhaler 60 dose x 1 (Rp.174000)

Demam : antipiretik
Antipiretik Efficacy Safety Suitability Cost
Paracetamol FD : inhibitor lemah sintesa PG efek analgetik dan antipiretik baik
FK : absorpsi cepat di GI trak kadar max ½ jam, T 1/2 = 1-3 jam, metabolisme di hati Efek samping : alergi, urtikaria, eritem, hepatotoksik dan gang.fungsi ginjal pada dosis tinggi Kontraindikasi gangguan fungsi hati dan ginjal, hipersensifitas,
Sediaan sirup Tablet 500 mg
Rp.600
Aspirin FD : hambat sintesa prostaglandin
FK : absorpsi cepat kadar max 2 jam, T 1/2 8-12 jam Efek samping : iritasi lambung, mual, muntah, tinitus Kontraindikasi gangguan perdarahan, ulkus gaster, ulkus duodenum, hipersensitifitas salisilat
Sediaan tablet Tablet 500 mg
Rp.25.000


Antipiretik Efficacy safety Suitability
Paracetamol ++ + ++
Aspirin ++ - ++


P-Drug
• Salbutamol nebulizer
– Safety lebih unggul dibandingkan xantin (kejang) & antikolinergik
• Paracetamol sirup
– Safety lebih unggul dibandingkan aspirin (gastritis)

Resep

Dr. Gruptri Malang, 25 November 2009
Jl. Belakang RSU 123, Malang
Telp. 0341 755897
SIP.446.DU/012/35.73.306/2007

R/ Salbutamol nebul 2.5 mg no. I
? i.m.m.
------------------------------------------------------------------------------------ paraf
R/ Paracetamol sirup no. I
? 3 dd 1 cth prn
------------------------------------------------------------------------------------- paraf

Pro: An.Lili
Usia: 3 tahun
Alamat: Jl. Semanggi Timur 47 Malang

Komunikasi pengobatan
• Anak harus rawat inap karena serangan asma akut yang parah.
• Obat yang botol serahkan ke dokter. Dokter akan memasukkan obat ke dalam alat (nebulizer), kemudian anak akan bernapas melalui alat tersebut.
• Anak boleh pulang apabila sesak telah hilang.
• Patofisiologi gejala:
– Anak mengalami serangan asma yang dipicu infeksi virus.
– Infeksi virus menyebabkan peradangan saluran napas yang menyebabkan sesak napas.


• Salbutamol
– Efek obat: untuk menghilangkan sesak napas
– Efek samping: gelisah, berdebar-debar, gemetar
– Cara pemakaian: Dokter akan memasukkan obat ke dalam alat (nebulizer), kemudian anak akan bernapas melalui alat tersebut.
– Warning: akan timbul efek samping gelisah, berdebar-debar, gemetar. Apabila efek samping terasa mengganggu segera hubungi dokter.
– Konsultasi: kembali 4 minggu lagi untuk evaluasi.

• Paracetamol
– Efek obat: untuk menghilangkan panas
– Efek samping: alergi, urtikaria, eritema, hepatotoksik&gangguan fungsi ginjal pada dosis tinggi.
– Cara pemakaian: obat diberikan dalam bentuk sirup. Obat diminum bila panas, sekali minum 1 sendok teh. Apabila panas sudah turun obat boleh tidak diberikan.
– Warning: akan timbul efek samping alergi, urtikaria, eritema, hepatotoksik&gangguan fungsi ginjal pada dosis tinggi. Apabila efek samping terasa mengganggu segera hubungi dokter.
– Konsultasi: apabila panas tidak turun setelah 3 hari segera hubungi dokter.

Monev
• Derajat sesak napasnya
• Apakah timbul efek samping yang mengganggu atau tidak
• Panas badannya turun atau tidak






--
Shigenoi Haruki

No comments:

Post a Comment