Linkbucks

Thursday, November 12, 2009

buku LKTM

Kata Pengantar


Puji syukur ke hadirat Allah Subhana Wa Ta'ala atas terwujudnya Buku Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa ini.

Pembuatan ini merupakan salah satu program kerja Lembaga Studi Ilmiah Mahasiswa (LSIM) dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa FKUB terhadap pembuatan karya tulis ilmiah yang benar dan sistematis. Harapannya hal ini merupakan awal untuk membentuk suatu pola pikir ilmiah di kalangan mahasiswa FKUB.

Selama bertahun-tahun, FKUB selalu berhasil menjadi juara dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah, baik di tingkat Lokal, maupun Nasional. Semoga buku ini bisa menjadi acuan untuk lebih memperbaiki kualitas penulisan karya tulis, sehingga tradisi "Juara" bisa dipertahankan.

Terima kasiih kami ucapkan kepada dr. M. Hanafi, M.Kes, selaku Pembantu Dekan III atas bantuan morilnya, dr. Retty Ratnawati, MSc, selaku pembimbing sekaligus penulis buku panduan ini, tanpa bantuan beliau niscaya buku ini tidak akan terwujud, seluruh tim kerja pembuatan Buku Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa dan semua pihak yang telah membantu.

Kami sadar bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, karenanya kami menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan buku ini. Akhir kata, semoga buku ini dapat bermanfaat.

Viva FKUB





















































Daftar isi



MEMBUAT TULISAN ILMIAH

(SCIENTIFIC WRITING)

dr. Retty Ratnawati, MSc

Fakultas Kedokteran/

POKJA

Pengembangan Penelitian dan Penulisan Ilmiah Mahasiswa (P3IM)

Universitas Brawijaya

Agustus 2007



MEMBUAT TULISAN ILMIAH

dr. Retty Ratnawati, MSc

Fakultas Kedokteran/

Pengembangan Penelitian dan Penulisan Ilmiah Mahasiswa (P3IM)

Universitas Brawijaya

PENDAHULUAN

Perlukah seorang dokter atau seorang perawat atau seorang ahli gizi menjadi peneliti? Kalau ada pendapat yang menyatakan bahwa cuman mau jadi dokter atau perawat atau ahli gizi saja kok kan tidak mau jadi ilmuwan, jadi ya tidak perlu melakukan penelitian. Maka pernyataan ini adalah keliru, karena ketiga profesi tadi merupakan ilmuwan, hanya saaja kalau tidak suka meneliti (di dalamlaboratorium), sebetulnya kita juga akan melakukan penelitian sehari-hari ketika berhubungan dengan pekerjaan masing-masing. Kebiasaan yang demikian ini sebetulnya kita dapatkan dari pola berpikir ilmiah sebagai pedoman pola berpikir ilmuwan. Memang ada sedikit pergeseran tujuan pendidikan dokter di abad 20 dibandingkan dengan abad 21 ini. Kalau abad 19-20 pendidikan dokter lebih mengarah hanya pada bentuk pelayanan masyarakat yang utama, maka kalau abad 21 harus disikapi dengan "menyelamatkan yang ada di bumi nusantara" ini, denga mengkaji hal-hal yang bersifat indegenous (lokal, setempat) untuk bisa berbicara dalam konteks global. Kata menelamatkan sebetulnya mengacu kepada kenyataan bahwa sumber daya alam dan juga sosio-budaya kita sudah banyak yang dicuri dan dipaten kan oleh bangsa asing. Misalnya: daun ungu spesies (daerah) Timor Barat dipatenkan sebagai anti angiogenesis untuk kanker oleh Jepang , generasi ke 3 dan 4 dari tempe juga dipatenkan oleh Jepang, motif batik truntum telah dipatenkan oleh Jerman. Lalu apa yang akan tersisa? Kesadaran untuk menjaga semua indegenous sains, teknologi dan sosio-budaya adalah merupakan kewajiban bangsa Indonesia, bukan kewajiban siapapun. Oleh karenanya metode sains internasional, maka sudah selayaknya bila kita mengembangkan semua hal yang ada pada bangsa ini.

Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu ciri utama kegiatan masyarakat ilmiah. Penulisan ini didasarkan atas pemahaman abstraksi ilmiah yang tidak lepas dari hakekat dasar yang merupakan suatu prinsip pembentukan sikap berpikir ilmiah, yang dipacu oleh konstruk logis atas dasar mentransformasikan 'conceptual world' dan 'empirical world' (Wallace 1994). Yng dimaksud dengan karya ilmiah adalah karya (tulis atau bentuk lain) yang telah diakui dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi atau seni yang ditulis atau dikerjakan sesuai dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Penulisan karya ilmiah merupakan cara untuk mengkomunikasikan informasi baru tentang gagasan, kajian atau hasil penelitian dalam kehidupan masyarakat akademik.

Tulisan ilmiah bisa merupakan hasil penelitian lapangan dan hasil penelitian di laboraturium, dan bisa merupakan 'library paper' atau sering disebut 'makalah' (Widarso 1992: 56). Jadi syarat utama tulisan ilmiah adalah adanya referensi (acuan). Referensi didapat dari perpustakaan yang ada di suatu tempat ataupun perpustakaan elektronik (internet, CDROM).

Menulis karya ilmiah berbahasa Inggeris maupun berbahasa Indonesia merupakan persoalan yang menuntut si penulis tidak hanya sekedar pandai dan punya kemampuan dalam hal speaking saja atau reading atau grammar saja atau vocabulary saja, tetapi dibutuhkan mempunyai semua ketrampilan berbahasa Inggeris atau berbahasa Indonesia yang komprehensif. Yang paling penting adalah membuat draft tulisan ilmiah sesering mungkin. Karena dari situlah sebetulnya hasil tulisan akan baik. Suatu tulisan yang baik tidak mungkin hanya dibuat satu kali dan jadi, kalau yang seperti ini adalah menulis asal jadi, yang pada umumnya dikerjakan orang. Hal penting lain adalah jangan malu untuk meminta tolong orang yang ahli untuk mengoreksi hasil tulisan kita. Di negeri berbahasa Inggris, misalnya ternyata medical writting telah menjadi satu profesi (terdapat 2.110.000 alamat web side tentang medical writting). Begitu banyak hasil karya dalam jurnal artikel berbahasa Inggris tersebut dicek ulang atau diperbaiki sebelum dikirim pada editor suatu jurnal artikel berbahasa Inggris. Setidaknya kalau kita menulismaka seharusnya draft tulisan kita pernah dibaca orang lain (proof reader) untuk melihat apakah tulisan tersebut cukup komunikatif dan informatif.

Pada makalah ini akan didiskusikan pentingnya mempunyai alur berpikir ilmiah sebagai syarat utama menulis karya ilmiah. Selain itu juga dibahas kode etik penulisan karya ilmiah, sistematika penulisan karya ilmiah secara umum serta beberapa jenis lomba karya ilmiahn yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.



ALUR BERPIKIR ILMIAH

Dalam mengembangkan pengetahuan (sains) terdapat beberapa cara yaitu: metode kegigihan, metode kewibawaan, metode a priori (intuisi) dan metode sains.

Ciri khas metode sains dibanding ketiga metode yang lain, karena dalam menemukan dan mengembangkan pengetahuan disepanjang prosespenemuan pengetahuan itu, metode ini selalu menilai dan memperbaiki pengetahuan yang diperoleh itu secara terus menerus melalui berbagai macam batu-uji. Apabila terdapat 2 orang ilmuwan yang mengembangkan pengetahuan secara tersendiri, tetapi menggunakan metode sains, akan mendapatkan pengetahuan yang sama. Sehingga metode sains terkenal sebagai suatu cara menemukan pengetahuan yang obyektif (Nasution 1988: 47).

Karena pengetahuan yang ditemukan itu harus obyektif, maka persyaratan tertentu untuk melakukannya harus dipenuhi. Jadi siapapun yang melakukannya, ia akan mendapatkan hasil atau akibat yang sama. Itulah sebabnya mengapa inti sains adalah "perumuman" (generalisasi).

Cara untuk mendapatkan pengetahuan itu melalui langkah-langkah yang runtut sedemikian sehingga menghasilkan suatu pengetahuan tertentu. Pola yang berturut-turut dan sistematis itu yang dikenal dengan pola berpikir ilmiah (lihat skema 1).

Skema 1: Alur berpikir ilmiah

(skema halaman 9)

Tergantung dari macam ilmu pengetahuan yang mendasari, dengan mengikuti pola tertentu yang serupa yang telah dilakukan orang lain, maka akan didapatkan pengetahuan yang sama.

Selain itu dalam dunia kesehatan, membiasakan diri berfikir secara ilmiah (scientific way of thinking) juga analog dalam melakukan tahap-tahap mendiagnosa penyakit , melakukan terapi dan mengevaluasi hasil terapi (tabel 1).



Tabel 1 : Analog Pola Berpikir Ilmiah Secara Umum dan Mengobati

Penyakit

ALUR BERPIKIR ILMIAH SECARA UMUM Tahap ALUR BERPIKIR ILMIAH DALAM MENDIAGNOSA DAN TERAPI PENYAKIT

Identifikasi masalah 1 Pasien datang dengan keluhan utama

Rumusan masalah 2 Keluhan utama di fokuskan setelah melakukan elaborasi anamnese

Tujuan memecahkan masalah 3 Tujuan untuk mengobati penyakit setelah diagnosa ditegakkan

Hipotesis 4 Differential diagnosis (memperkirakan beberapa diagnosa)

Pengumpulan data 5 Pengumpulan data: pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium lengkap, dan menunjang

Hasil pengumpulan data dianalisis 6 Hasil pemeriksaan fisik, laboratorium, dan pemeriksaan lain dianalisis

Pembuktian hipotesis 7 Penegakan diagnosis

Hipotesis bisa diterima atau ditolak 8 Manajemen terapi yang sesuai dengan diagnose pasti.

Bila diterima, merupakan hal baru yang akan mempunyai masalah baru....

Bila ditolak, identifikasi masalah baru.... 9 Evaluasi dan monitoring: sembuh atau belum sembuh. Kemungkinan mengubah pola terapi.



KODE ETIK PENULISAN KARYA ILMIAH

Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang disusun secara komprehensif berdasarkan data akurat (terpercaya) yang dianalisis secara runtut, tajam dan diakhiri dengan kesimpulan yang relevan.

Kode etik penulisan karya ilmiah adalah seperangkat norma yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya. Norma ini berkaitan dengan pengutipan dan perunjukan , perijinan terhadap bahan yang digunakan, dan ilmiah, penulis harus secara jujur menyebutkan rujukan terhadap pikiran atau bahan yang diambil dari sumber lain. Apabila bahan atau pikiran dari suatu sumber atau orang lain yang tidak disertai dengan rujukan maka dapat disamakan dengan pencurian. Penulisan karya ilmiah seharusnya menghindarkan diri dari yang diakui sebagai tulisan atau hasil pemikiran sendiri (disebut plagiat).

Rujuk-merujuk dan kutip mengutip merupakan kegiatan yang tak dapat dihindari dalam menulis karya ilmiah, karena perujukan dan pengutipan ini akan membantu perkembangan ilmu tetapi harus disebutkan sumber rujukan tersebut.





MODEL TULISAN

Karya tulis dikenal ada 3 model tulisan (Widarso 1992:46-73) yaitu:

1. Narasi (narrative)

Adalah tulisan atau karangan yang "bercerita". Kejadian atau peristiwa demi peristiwa dirangkai secara beruntun, menurut alur waktu (kronologis). Daya tarik narasi terletak pada cara penulis bercerita 'dramatis' dan lancar atau tidak.

2. Deskripsi (descriptive)

Adalah tulisan yang "menggambarkan" bisa saja berupa orang, benda atau masyarakat, tempat atau suasana pada saat tertentu. Ketertarikan deskripsi terletak pada apakah penggambaran itu secara "hidup" atau tidak.

3. Eksposisi(expository)

Adalah tulisan yang "menerangkan", "menjelaskan", atau "menjabarkan". Penjabaran atau penjelasan tentunya harus dilakukan secara logis atau dengan penalaran.

Dalam eksposisi mungkin ada "cerita" (narasi) atau "penggambaran" (deskripsi). Karena eksposisi bertumpu pada penalaran, keberhasilannya terletak pada kejernihan penalarannya. Bila pelanarannya jernih (dalam arti jelas) dan lurus (dalam arti tidak berbelit-belit) secara urut, maka tulisan ini akan lebih mudah dicerna dan dimengerti oleh pembaca.

Terdapat 3 macam tulisan yang termasuk eksposisi yaitu tulisan ilmiah (scientific), tulisan informatif, tulisan argumentatif. Pembagian tulisan ini sebetulnya tidak kaku, dalam arti bisa saling menambahkan pada satu dan lainnya.





LANGKAH-LANGKAH MENULIS KARYA ILMIAH

Di dalam menulis karya ilmiah harus dipikirkan langkah-langkah yang berurtan sehingga menghasilkan tulisan yang berbobot (Jacobs 2001) yaitu:

1. memilih topik yaitu topik yang dipilih sebaiknya merupakan hal yang kita sukai sesuai dengan minat penulis, ada manfaatnya dari segi prktis ataupun teoritis, topik harus dikuasai, bahan yang diperlukan untuk penulisan ini harus memungkinkan untuk diperoleh. Setelah itu dilakukan pembatasan topik.

2. merumuskan kerangka (outline) yaitu kerangka yang mendasari tulisan yang merupakan pedoman yang akan mengarahkan atau membimbing kita dalam menulis. Bisa dengan paragraph outline atau topik outline.

3. mengembangkan paragraf (alinea) yaitu diawali dengan sebuah kalimat yang disebut sebagai 'kalimat topik' yang biasanya berisi pernyataan umum (general statement). Kemudian kalimat topik ini diberi keterangan lebih lanjut oleh kalimat kedua yang disebut subordinat. Kemudian kalimat ketiga juga mengomentari atau memberi keterangan lebih lanjut pada kalimat kedua. Jadi kalimat ketiga ini subordinat terhadap kalimat kedua. Kalimat keempat ini juga masih memberikan keterangan pada kalimat ketiga, karena kedudukannya yang sama sering disebut 'koordinat'. Namun yang lebih penting adalah jangan memberikan lebih dari satu topik atau satu ide ke dalam satu paragraf, sehingga tulisan menjadin tidak terfokus dan apa yang akan disampaikan tidak mencapai tujuan. Didalam paragraf ini yang terpenting adalah "koherensi" yaitu kerekatan hubungan logis antara kalimat yang satu dengan yang lain. Keadaan ini bisa dicapai apabila kalimat topik dan subordinatnya saling mendukung.

Pemilihan topik disini maksudnya bukan 'judul tulisan' tetapi adalah menggali dan menemukan dan mengenali masalah atau problem. Sering juga keadaan ini disebut dengan identifikasi masalah.

Masalah adalah ketidak sesuaian atau kesenjangan atau ambiguity (kontroversi) antara harapan dan kenyataan (antara das sollen dandas sein) atau antara 2 variabel atau lebih.

Masalah ilmiah yang baik apabila mempunyai nilai penelitian yang asli, orisinil, aktual, hubungan 2 variabel atau lebih, dapat diukur, mempunyai fisibilitas (data, cara, waktu, dana), menarik bagi peneliti, sesuai dengan kualifikasi peneliti.

Identifikasi masalah ini bisa didapat dengan cara mencarinya pada sumber masalah yaitu melalui:

a. bacaan yang merupakan: laporan hasil penelitian, majalah, jurnal artikel

b. seminar/ diskusi/ pertemuan ilmiah: masalah penelitian di sini merupakan yang sudah jadi, berasal dari pakar, ahli, pemegang otoritas

c. pengamatan: daya khayal, intuisi, perlu kepekaan mampu mengamati lingkungan atau diawali dengan pengalaman pribadi.

Namun demikian ternyata tidak mudah menentukan masalah karena:

a. tidak semua masalah bisa diuji secara empiris

b. tidak ada pengetahuan/sumber/tempat mencari masalah

c. terlalu banyak masalah pada saat yang bersamaan

d. masalah menarik tetapi data sukar diperoleh tidak tahu kemanfaatannya spesifik ketika memilih masalah

Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek penelitian kita atau semua faktor yang berperanan dalam proses penelitian.

Setelah ditentukan masalahnya maka tujuan merupakan ekspresi untuk menindak lanjuti masalah untuk dikerjakan lebih konkrit konstruktif dan merupakan pernyataan dari masalah yang ditetapkan. Oleh karenanya kalau masalah merupakan kalimat yang biasanya merupakan pertanyaan dan konsep yang bersifat abstrak, maka tujuan penelitian merupakan kalimat pernyataan (declarative) dan konstruksif yang lebih konkrit (constructed).

Yang paling penting adalah ekspresi semuanya dalam bentuk tulisan "draft". Karena yang paling sukar dalam menulis adalah memulainya. Tulisan dapat direvisi berkali-kali sebelum menjadi suatu tulisan yang mempunyai nilai 'berkualitas bagus'. Pada kenyataannya, lebih banyak orang membuat tulisan tidak sempat membuat draft atau sedikit waktu untuk menulis dengan berbagai alasan (Jacobs 1998) atau di negara kita menggunakan model "SKS" (sistim kebut semalam) atau bahkan "sistim kebut in the the last second ".

Sifat dan isi tulisan karya ilmiah harus memenuhi syarat sebagai berikut (Wisarso 1992, Wallace 1994):

a) Objektif.

1) Tulisan tidak bersifat emosional atau tidak menonjolkan masalah subjektif.

2) Tulisan didukung oleh data dan atau informasi terpercaya.

3) Bersifat asli (bukan karya jiplakan) dan menjauhi duplikasi.

b) Logis dan sistematis.

1) Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan runtut.

2) Pada dasarnya karya tulis ilmiah memuat unsur-unsur: identifikasi masalah, analisis-sintesis, kesimpulan, dan sedapat mungkin memuat saran-saran.

c) Isi tulisan berdasarkan telaah pustaka dan hasil pengamatan/interview, ataupun hasil penelitian.

d) Materi karya ilmiah merupakan isu mutakhir atau aktual.



SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH SECARA UMUM

Hal utama yang harus dilakukan oleh penulis karya tulis ilmiah adalah mengikuti sistematika penulisan karya ilmiah tertentu (Dirbinmawa 2004a, Widarso 1992, Maher 1994, Jerz 2001). Bila menulis pada jurnal ilmiah, pada umumnya mereka mempunyai aturan tertentu yang harus diikuti dalam model penulisannya. Yang berarti bisa sangat tergantung bidang ilmu masing-masing.

Secara umum (berbahasa Indonesia maupun Inggris) penulisan karya ilmiah mengikuti sistematika sebagai berikut:

1. Topik (Title)

Dalam penulisan berbahasa Indonesia maupun berbahasa Inggris, topik ini tidak harus berupa kalimat yang lengkap. Judul tulisan ini seharusnya consice (lengkap, padat) tetapi informatif, berisi beberapa kata kunci, menyatakan satu problem yang diikuti dengan diskripsi sebabnya, lokasi atau pada organ apa analisis atau penyakit tersebut terjadi, menuliskan parameter dalam penelitian yang dikerjakan. Jumlah kata-kata sebagai topik tulisan tidak boleh lebih dari 15 kata. Misal:

 Pemanfaatan Wijen dalam Pola Konsumsi Masyarakat sebagai Penunjang Pengobatan Hipertensi

 Vidarabine Versus Acyclovir Therapy in Herpes Simplex

 Treatment of imported malaria in an ambulatory setting: prospective study Immunogenetics and the design of Plasmodium falciparum vaccines for use in malaria-endemic population

2. Abstrak (Abstract)

Pada umumnya panjang abstrak (abstract) berkisar antara 50-200 kata, tergantung dari macam jurnal artikel atau institusi penyelenggaranya. Sehingga secara umum abstrak merupakan suatu sajian karya tulis yang ringkas. Hal ini harus dibedakan dengan ringkasan (summary) yang biasanya lebih panjang yaitu sampai dengan 500 kata. Meskipun tata letaknya ada pada paling depan tetapi sebenarnya abstrak baru ditulis paling akhir ketika semua komponen sistematika penulisan sudah selesai dikerjakan.

Abstrak hasil penelitian pada umumnya terdiri dari 4 alinea yang berisi sebagai berikut:

a. Latar belakang permasalahan (backgrounds), tujuan studi/penelitian (purpose atau specific objectives).

Misal:

 To asses the impact of social marketing…….

 We then discuss the results from recent human vaccine trials, as well as…….

b. Metode penelitian (method)

Misal jumlah dan tipe pasien, studi eksperimental binatang, cara analisa dan observasi.

Misal pada:

Methods: design, setting, participants, main outcome measures…..

c. Hasil (main results)

Yang dituliskan pada abstrak adalah hasil utama dan ringkasan dari data yang didapat, biasanya bila perlu dinyatakan data yang signifikan.

Misal pada:

Results: Ownership of nets increased rapidly (treated or not treated nets from 58% to 83%.........

d. Kesimpulan (conclusions)

Secara prinsip kesimpulan dituliskan secara jelas dan singkat. Bisa jadi suatu kesimpulan adalah hal yang definitive (pasti jelas) atau helged (tersamar, terselubung, belum pasti).

Misal:

 These results show that nets treated with insectiside have a substantial impact on morbidity when distributed in a public health setting……..

 ……..Metloquine is not standart treatment internationally, although alternative drugs such as atovaquone with proguanil or artemether with lumefantrine may help to manage uncomplicated malaria in an ambulatory setting.

Contoh Ringkasan (summary) LKTM Juara III tingkat Nasional tahun 2004 (Hariogie Putradi, Heni May Yunanti, Herawati):

RINGKASAN

PEMANFAATAN WIJEN DALAM POLA KONSUMSI MASYARAKAT SEBAGAI PENUNJANG PENGOBATAN HIPERTENSI



Hipertensi merupakan penyakit yang prevalensinya tergolong tinggi di Indonesia (4,8-18,8%). Selain itu, pengobatan terhadap hipertensi dirasakan mahal oleh masyarakat karena harus dilakukan seumur hidup sementara 90% obat hipertensi di Indonesia merupakan obat impor. Hal tersebut mengakibatkan perbaikan kualitas hidup penderita hipertensi masih kurang memuaskan, bahkan kecenderungan untuk memburuk relatif tinggi. Oleh karena itu, diperlukan suatu penunjang pengobatan hipertensi yang cukup murah dan mudah didapat. Wijen merupakan salah satu alternatif penunjang pengobatan hipertensi yang memenuhi syarat tersebut namun belum disosialisasikan secara luas kepada masyarakat. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui kandungan utama dalam wijen, menjelaskan mekanisme kerjanya, merancang cara pengkonsumsian wijen agar dapat digunakan sebagai penunjang pengobatan hipertensi, serta sosialisasi penggunaannya.



Ruang lingkup permasalahan terletak pada keterkaitan antara wijen (dengan kandungan aktif di dalamnya) dengan pengobatan hipertensi esensial. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis deskriptif dan deduktif, sedangkan pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan studi silang antara data-data yang terkumpul dengan teori dan konsep yang relevan.



Berdasarkan studi ini diketahui bahwa zat dalam wijen yang dapat menunjang pengobatan hipertensi adalah sesamin dengan kadar 0,5% pada biji wijen atau 300 ppm pada minyak wijen. Efek penurunan tekanan darah yang dimiliki oleh sesamin diduga terjadi melalui mekanisme antioksidan yang akan melindungi sel endotel pembuluh darah sehingga mempertahankan tonus pembuluh darah normal. Sedangkan cara pengonsumsian yang dirancang untuk menunjang pengobatan hipertensi adalah dalam bentuk biji wijen sebanyak 2,5 sendok makan per hari yang dapat ditambahkan langsung pada makanan sehari-hari. Manfaat dan cara penggunaan wijen sebagai penunjang pengobatan hipertensi tersebut dapat diinformasikan melalui media cetak, media elektronika, maupun penyuluhan langsung kepada masyarakat sehingga dapat diterapkan.



Kata-kata Kunci: Wijen, Hipertensi, Sesamin, Disfungsi Endotel



3. Pendahuluan (Introduction)

Secara umum bab pendahuluan mempresentasikan tentang lingkup dan tujuan laporan studi. Bisa juga berisi tentang review literatur yang berhubungan dengan studi.

Pada bab ini harus berisi tentang:

 Latar belakang tentang alasan menulis masalah (background), perumusan masalah (problem statement), penjelasan tentang makna (advantages) penting dan menariknya untuk menelaah masalah tersebut. Misal pada:

Several studies have shown that malarial parasitemia is positively correlated with anemia and that parasitemia is the primary cause of anemia in very young children in Africa. As a result, because malarial infection is the norm in high transmission areas, anemia is common in young children………..........

 Review tentang riset yang sudah pernah dilakukan. Misal pada:

Large scale of implementation of programmes to supply treated nets is under way in several African countries..............

 Ekspresi pelaporan (reporting expressions). Misal pada:

A summary of randomized controlled trial showed an average protective effect of about 50% on mild malaria episodes in areas.................

 Terdapat kesenjangan keilmuan (knowledge gap). Misal pada:

It is not known whether the impact of treated nets in the context of well controlled randomized controlled trials can be replicated.

 Tujuan yang ingin dicapai (statement purpose). Misal pada:

We report the first assestment of the impact of treated bed nets when supplied in the……….

Jadi setelah membaca suatu pendahuluan, penulis harus mampu menjawab pertanyaan sebagai berikut:

o Apakah konteks permasalahannya? Pada situasi atau lingkungan yang bagaimana masalah ini dapat diamati? (background)

o Mengapa riset ini penting? Siapa yang akan mendapatkan manfaatnya? Mengapa kita harus mengetahui hal ini? Mengapa pada situasi ini metode, model atau peralatan perlu ditingkatkan atau diperbaiki? (rationale)

o Bagaimana bila kita tidak tahu masalah ini? Apakah riset kita akan mengisi kesenjangan yang ada pada pengetahuan ini? (problem statement)

o Langkah yang bagaimana yang akan dilakukan oleh peneliti untuk mencoba mengisi kesenjangan pengetahuan atau memperbaiki situasi yang telah terjadi? (objectives/aims)

o Apakah studi ini akan terbatas pada area geografi tertentu atau hanya aspek tertentu dari suatu situasi? (scope)

o Apakah ada faktor, syarat, atau keadaan yang dapat menghambat peneliti untuk mencapai tujuan studi? (limitations)

o Berpangkal pada metode, model, formulasi, atau pendekatan yang akan dilakukan, apakah peneliti harus mengambil beberapa syarat atau keadaan? Adakah kondisi dasar atau situasi yang harus diikuti/dituruti? (assumption)

Skema membuat pendahuluan:

Buatlah secara berurutan:

a. Mengapa studi ini penting, atau mulailah dari hal yang umum ke spesifik, atau buatlah ringkasan (review) dari riset terdahulu.

b. Definisikan satu masalah penelitian dengan: tunjukkan adanya kesenjangan pada 2 variabel atau lebih, atau buatlah pertanyaan, atau lanjutkan arahan/riset yang telah pernah didapat sebelumnya atau ketidaksetujuan dengan pendekatan yang telah ada.

c. Tujuan untuk mencari solusi dengan: tuliskan tujuan riset yang sekarang, hasil dan indikasikan struktur riset.

4. Telaah Pustaka (Literature review)

Sumber pustaka yang dapat digunakan sebagai telaaah pustaka antara lain: jurnal artikel, buku teks, prosiding konferens, laporan pemerintah dan lembaga yang lain, thesis dan disertasi, jurnal elektronik, CD-ROM, dan majalah. Namun yang paling baik adalah sumber pustaka dari jurnal artikel, prosiding konferens, tesis, dan disertasi, CD-ROM yang akademik.

Buku teks cenderung kurang aktual dan kurang baru dibandingkan jurnal artikel, karena memuat kemajuan ilmu pengetahuan daam 2-5 tahun terakhir dari jurnal artikel yang telah diterbitkan, sehingga kurang baik sebagai referensi utama suatu penelitian. Tetapi buku teks sangat baik untuk titik awal pendahuluan mencari permasalahan dalam suatu tulisan.

Prosiding konferens atau seminar bisa juga dilihat permasalahan dan penyelesian masalahnya yang masih kontroversial, sebagai bahan bandingan penulisan literatur review. Pada umumnya permasalahan yang ada di sini merupakan hal yang sudah jadi untuk ditindaklanjuti.

Sumber bacaan dari internet harus hati-hati memilihnya karena kita harus mencari yang termasuk golongan jurnal artikel, bukan yang bersifat populer untuk awam, bukan sekedar pamflet atau propaganda. Tidak semua terbitan pada internet merupakan hal yang bisa dirujuk bagi tulisan ilmiah, terutama bila akan menjelaskan suatu mekanisme yang sangat spesifik. Rujukan ideal yang diterima sebagai pustaka pada karya ilmiah ini hanyalah dari jenis artikel dan jurnal artikel. Jurnal artikel adalah suatu publikasi ilmiah hasil riset yang diterbitkan oleh majalah ilmiah secara regular/periodik, yang diakui secara nasional dan atau internasional pada suatu bidang ilmu tertentu.

Alamat terbesar untuk bidang science and medicine dari perpustakaan maya (virtual library) ini adalah http://www.pubmed.com, namun pada alamat ini banyak teks lengkap yang harus dibayar sendiri, biasanya yang bisa diakses bebas/cuma-cuma hanyalah abstrak saja. Pubmed.com merupakan perpustakaan elektronik yang bersumber pada National Library di Washington DC, yang merupakan perpustakaan terbesar di dunia, yang mempunyai sejumlah lebih dari 28.000 jurnal artikel yang terbit di dunia. Sebelum ada perpustakaan elektronik atau virtual library, biasanya dalam dunia kedokteran ditulis dalam Index Medicus, yang kemudian dikenal dalam terbitan spesifik dalam ilmu kedokteran dengan alamat internet http://www.medline.com. Pada medline.com ini lebih banyak ditawarkan jenis artikel yang harus dibayar sendiri ketika mencari teks lengkapnya, sedangkan abstrak bisa didapat gratis.

Alamat lain yang menyediakan artikel jurnal lengkap yang bebas membayar atau cuma-cuma, antara lain:

1. http://www.highwire.stanford.edu, di sini dibutuhkan keahlian bahwa kita sudah tahu macam atau nama jurnal artikel yang akan dicari. Namun Highwire mempunyai cara kataloging yang tidak sama seperti pada National Library (http://www.pubmed.com), karena memang disediakan untuk kepentingan Universitas Stanford, sehingga sering kata kunci yang sudah digabungkan menjadi tidak cocok dengan yang dimaksudkan. Keuntungannya pada situs ini adalah tersedia banyak jurnal artikel yang dapat diakses gratis, meski mungkin terbelakang lebih dari satu tahun. Misalnya kalau diakses tahun 2005 bisa jadi yang didapat gratis pada tahun 2003 atau 2004, namun kalau sedang beruntung bisa juga didapat yang gratis pada tahun terakhir.

2. http://www.jci.org, melalui alamat ini kita juga bisa masuk ke situs highwire.stanford.edu dengan memilih alternatif pilihan yang telah disediakan. Keuntungan memasuki http://www.highwire.stanford.edu melalui alamat ini adalah akan lebih banyak jumlah jurnal artikel dengan teks yang lengkap yang ditawarkan free access.

3. http://www.diabetes.org

4. http://www.endojournal.org

5. http://www.mitochondrion.org

Selain itu pada bebrapa UPF/laboratorium di Rumah Sakit dr.Saiful Anwar Malang juga menyediakan layanan spesifik dan mungkin bebas membayar pada saat mengakses teks lengkap.

Bentuk lain jurnal artikel kedokteran dan sains yang sudah dipunyai oleh perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya adalah CD-ROM Proquest, yang menampilkan artikel lengkap untuk periode tahun tertentu (sampai dengan tahun 2004), yang berisi lebih dari 125 jurnal artikel internasional. Sedang untuk sains dan teknologi juga ada, selain itu juga terdapat bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan studi gender/wanita.

Majalah (non ilmiah) dan surat kabar harus hati-hati ketika menggunakannya sebagai rujukan, karena pada umumnya penulisan ini disajikan untuk konsumsi masyarakat umum sehingga harus diperhatikan untuk sumber ilmiah. Sebagai sumber atau rujukan ilmiah bisa digunakan hanya untuk latar belakang masalah, namun tidak layak sebagai sumber pustaka untuk menjelaskan mekanisme suatu peristiwa yang berhubungan dengan ilmu kedokteran.

Pada bab tinjauan pustaka ini harus berisi tentang:

 uraian yang menunjukkan landasan teori dan konsep-konsep yang relevan denga masalah yang dikaji

 uraian mengenai pendapat yang berkaitan dengan masalah yang dikaji

 uraian mengenai pemecahan masalah yang pernah dilakukan.

Membuat telaah pustaka yang baik dengan cara:

o Ingat tujuan kita. Harus diperlihatkan mengapa studi ini perlu dilakukan, bagaimana kita memilih metode, atau memilih teori, bagaimana studi kita dapat menambah khasanah pengetahuan bagi studi yang telah dilakukan.

o Bacalah dengan satu tujuan tertentu, perlu melakukan ringkasan yang telah dibaca dan juga untuk menentukan ide atau informasi yang penting untuk studi kita. Pilihlah dan perhatikan kemiripan dan perbedaan yang berkorelasi dengan studi kita.

o Tulislah tujuan untuk mengevaluasi dan memperlihatkan hubungan antara studi-studi yang telah dilakukan.

5. Metode (Method)

Secara umum bab metode ini mempunyai tujuan yang harus menjawab pertanyaan sebagai berikut:

 Bagaimana cara data-data penelitian didapat

 Bagaimana cara menganalisisnya

Metode penulisan umumnya berisi tentang metode yang yang benar dengan menguraikan secara cermat cara atau prosedur pengumpulan data atau informasi, pengolahan data dan atau informasi, analisis-sintesis, mengambil kesimpulan, serta merumuskan saran atau rekomendasi.

Pada laporan hasil riset atau penelitian, bab ini dikenal dengan: metode penelitian (research method/ materials and methods), yang berisikan bagaimana langkah-langkah atau cara melakukan penelitian dalam hal pengambilan data, bahan apa saja yang digunakan dalam melakukan penelitian tersebut.

Misal dalam metode berisi tentang:

o Bahan dan metode (materials and methods) untuk eksperimental binatang misalnya, termasuk dalam hal alat, bahan kimia, dan pabrik yang memproduksinya.

o Patients and method (untuk penelitian dengan orang)

o Sampel (sample), dalam hal ini dituliskan besar sample (sample size) untuk pasien atau specimen

o Waktu penelitian (time/period of investigation)

o Tempat pelaksanaan studi (location)

o Prosedur pelaksanaan (procedures) tentang cara koleksi data

o Analisis data

Permasalahan atau kesalahan yang sering timbul pada penulisan bab ini adalah:

 Rinci tapi tidak relevan

 Memberi keterangan yang tidak perlu sehubungan dengan prosedur dasar standart.

 Problem blindness

6. Hasil penelitian (Results)

Pada bab ini dipaparkan semua hasil penelitian yang didapat secara logis dan atau kronologis. Penampilan hasil dapat diberikan dalam bentuk grafik dan tabel atau diagram.

Selain itu dalam bab hasil ini juga dituliskan tentang:

 Analisis statistik dari sampel

Misal pada:

Perhatikan pada tabel 1-4

We identified 985 eligible children: ........

 Analisis data secara statistik dituliskan.

Misal pada:

Ownership and use the nets.

Predictors of net ownership included family income: families with high income……(table 2)…..

7. Pembahasan (Discussion)

 Dalam bab ini dipaparkan semua kesimpulan hasil tentang:

o Apa yang baru atau temuan asli (orisinil), apakah hasil yang didapat setuju atau tidak setuju dibandingkan dengan peneliti terdahulu, apakah implikasinya pada keadaan yang kecil korelasinya misalnya.

o Pada bab ini penting untuk menuliskan tentang adanya hubungan tentang tujuan dari studi.

o Bila perlu harus memberikan hipotesa yang baru.

 Bab pembahasan ini bisa berupa:

o Konfirmasi (confirmation). Hasil yang didapat mungkin merupakan hasil yang diduga atau yang tak terduga oleh peneliti.

o Pernyataan ulang dari sebab untuk suatu riset (restatement of reason for research). Dalam hal ini mengapa studi ini dikerjakan? Adakah permasalahan yang kurang pada studi sebelumnya sehingga memerlukan studi seperti ini? Misal pada:

……Our finding of high impact in children under 2 years is in line with other studies that included very young children…

o Pembahasan menerangkan betapa pentingnya studi ini dan kontribusinya pada area studi. (the importance of the study)

o Implikasinya untuk penelitian berikutnya (implications for future research). Pembahasan di sini merupakan saran untuk penelitian selanjutnya. Misal pada:

Immunogenetic studies converge with laboratory studies insuggesting that a multistage malaria vaccine, capable of inducing both IFNg producing cells,.....

o Penyamaran (hedging). Peneliti dalam hal ini mungkin tidak ingin menyatakan hasilnya secara definitive atau konkrit. Peneliti mungkin hanya ingin membuat suatu interpretasi saran. Hasil yang didapatkan tidak seperti yang umumnya didapatkan oleh peneliti lain. Biasanya dituliskan dalam bentuk keraguan atau saran penerapan suatu teori baru atau hanya mendukung teori lain. Misal ekspresi penulisan menggunakan:

 It is possible that....

 It is likely that.....

 It might be.....

o Hasil penelitian dengan analisis permasalahan yang didasarkan pada data dan atau informasi serta telaah pustaka untuk mendapatkan suatu pemecahan masalah.

8. Kesimpulan (Conclusion) & Saran (Suggestion)

Kesimpulan

Bab ini harus berisi pemaparan ide penulisan yang harus konsisten dengan analisis permasalahan dan menjawab permasalahan, yang berarti juga menjawab tujuan penulisan karya ilmiah.

Saran

Harus berkaitan dengan kesimpulan.

Dalam bab ini kadang diletakkan bergabung antara Kesimpulan dan Saran.

9. Ucapan terima kasih (Acknowledgement)

Dalam penulisan makalah hasil penelitian setelah bab kesimpulan, biasanya dituliskan ucapan terima kasih (acknowledgement) kepada pihak yang telah membantu dalam proses sehingga berhasil mempublikasikan tulisan tersebut.

10. Daftar pustaka (References/bibliography/literature cited)

Sistematika penulisan tersebut di atas merupakan pola penulisan yang umum dikenal di masyarakat ilmiah. Namun penulisan urutan pola tersebut di atas bisa sangat spesifik tergantung pada institusi ataupun penerbit suatu buku atau artikel jurnal tertentu, jadi akan ditentukan urutan atau pola penulisan karya ilmiah secara khusus menurut penerbit tersebut.

Pada umumnya orang menuliskan bentuk referensi menurut urutan nama (abjad) yang disebut sistem Harvard atau menurut urutan nomor dalam daftar pustaka yang disebut sistem Vancouver.

Hindarkan untuk menuliskan ANONYMOUS dalam daftar pustaka. Sedapat mungkin dicari sumber referensi tersebut, bisa berupa nama institusi, nama kantor dari mana referensi tersebut didapatkan. Karena bila tidak dapat ditemukan identitas tersebut, maka referensi tersebut tidak layak sebagai referensi karya tulis ilmiah.



Cara menulis daftar pustaka/rujukan/referensi

Terdapat cara penulisan rujukan berdasarkan pada kaidah ilmiah yang dianut secara umum, yang ditulis secara spesifik seperti yang diuraikan berikut ini.

Cara merujuk dapat merupakan kutipan langsung atau kutipan tak langsung. Daftar referensi atau rujukan ini merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel jurnal, atau bahan lainnya yang dikutip secara langsung atau tak langsung. Pada prinsipnya unsur yang ditulis dalam 'daftar rujukan' (referensi atau kepustakaan) secara Harvard adalah:

1. Nama penulis dengan urutan: nama akhir (surname), nama awal, dan nama tengah (inisial), tanpa gelar akademik.

2. Tahun penerbitan

3. Judul, termasuk sub judul

4. Selanjutnya penulisan untuk acuan/referensi.



a. buku teks

i. cetakan ke berapa (kalau lebih dari satu, bila tak ada tulisan cetakan ke berapa berarti buku tersebut adalah cetakan pertama)

ii. kota tempat penerbitan

iii. nama penerbit

(penulisan halaman tertentu yang dirujuk seharusnya dituliskan pada bagian dalam makalah yang sesuai)

b. artikel jurnal

i. nama artikel jurnal

ii. volume dan juga nomor edisi artikel jurnal

iii. halaman artikel jurnal

Berikut ini adalah beberapa contoh penulisan referensi menggunakan sistem Harvard:

1. Rujukan dari buku teks

Dalam daftar pustaka perujukan buku teks dapat ditulis tanpa menyebutkan halaman yang dirujuk, sebagai berikut:

Cotran, R.S., kumar, V., Collins, T.1999. R

2. Rujukan dari buku yang berisi kumpulan artikel (tak ada editornya)

3. Rujukan dari buku yang berisi kumpulan artikel (ada editornya)

4. Rujukan dari artikel dalam jurnal

5. Rujukan dari makalah yang disajikan dalam seinar, penataran, atau lokakarya

6. Rujukan dari dokumentasi resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa penulis dan tanpa lembaga

7. Rujukan dari lembaga yang ditulis atas nama tersebut

8. Rujukan berupa karya terjemahan

9. Rujukan berupa skripsi, tesis, atau disertasi

10. Rujukan dari artikel dalam jurnal atau CD-ROM

11. Rujukan dari internet, berupa artikel jurnal

12. Rujukan dari internet berupa E-mail pribadi

13. Rujukan dari artikel dalam majalah atau koran (penulis jelas)

14. Rujukan dari koran tanpa penulis

15. Rujukan dari konsultasi individu (personal communication)

Rujukan kadang bisa juga berasal dari diskusi dengan seorang pakar di bidangnya pada suatu pertemuan ilmiah tertentu, untuk hal itu bisa dituliskan sebagai berikut:

Bartlett Jr., D.1999. Mapping of specigic region on the pons for cardiovascular regulation centre. Personal communication, In International Conference in Experimental Biology, Atlanta-USA.

No comments:

Post a Comment