Linkbucks

Saturday, January 15, 2011

Peranan alergi dalam otitis media efusi rekuren

Ringkasan
Tujuan: membandingkan kelompok OME yang membaik dengan adenoidektomi,
VT dan obat-obatan, dan kelompok mana yang rekuren.
Metode: 22 anak dengan OME rekuren (11%) dipilih dari 200 anak yang
mengalami adenoidektomi dan insersi ventilation tube (VT) untuk OME.
Pasien-pasien ini dipilih untuk evaluasi alergi karena OME rekuren
yang tidak responsif pada terapi medis dan adenoidektomi, memerlukan
lebih dari satu miringotomi dengan VT. Kelompok kontrol terdiri dari
24 anak sehat yang telah diterapi dengan adenodektomi dan VT, dan
tidak mengalami rekurensi.
Hasil: 8 (36.4%) pasien memiliki skin test positif untuk alergen
inhalan dan makanan. Dua subjek dari kelompok kontrol memiliki skin
test positif untuk alergen inhalan dan makanan. Hal ini secara
statistik signifikan (p=0.032). Pola reaksi positif nasal dan makanan
yang multipel ditunjukkan pada kelompok studi daripada kelompok
kontrol.
Kesimpulan: kemungkinan alergi harus dipertimbangkan pada kasus OME
yang tidak membaik dengan terapi obat, adenoidektomi, dan insersi VT,
namun mengalami rekurensi, dan perlu dilakukan pencarian alergennya
untuk menentukan diagnosis dan manajemen terapi yang tepat.
Kata kunci: alergi, otitis media efusi.

Pendahuluan
Mekanisme perkembangan OME rekuren perlu diketahui karena kondisi ini
dapat menimbulkan gangguan pendengaran terutama pada waktu kritis
untuk perkembangan bahasa dan bicara pada anak. Insersi VT dan
adenoidektomi untuk OME adalah operasi yang paling umum dilakukan pada
kelompok umur anak-anak. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi outcome jangka panjang OME pada anak sangat terbatas.
Walaupun dengan terapi adekuat, rekurensi dan kronisitas OME menjadi
masalah yang lebih sulit dibandingkan dengan OME tanpa komplikasi.
Walaupun kepentingan klinis OME diketahui dengan baik, patogenesis
pasti dari proses penyakit tidak diketahui dan kondisi ini masih
menimbulkan kontroversi. OME merupakan penyakit multifaktorial. Telah
lama diketahui bahwa disfungsi atau obstruksi tuba eustachius
merupakan predisposisi OME. Adenoid berperan penting dalam etiologi
OME. Cleft palate, Down's syndrome, Kartagener's syndrome dan OME
berhubungan dengan neoplasma nasofaring, semuanya membuktikan peranan
disfungsi tuba eustachius pada OME. Juga, faktor imunologi dan infeksi
yang berkaitan dengan OME termasuk infeksi saluran napas atas
multipel, episode otitis media akut sebelumnya, dan lingkungan hidup
sekitar. Data ilmiah untuk mendukung etiologi alergi dalam patogenesis
OME masih kurang.
Walaupun terdapat banyak studi tentang peranan alergi pada OME,
peranan jaringan adenoid dalam patogenesis OME masih belum jelas.
Hanya alergi makanan dan nasal yang telah dipelajari secara mendetail.
Namun tidak satupun dari faktor-faktor ini eksklusif secara netral dan
keduanya dapat berkontribusi atau disebabkan oleh infeksi virus atau
bakteri.
Membandingkan kelompok OME yang membaik dengan adenoidektomi, VT, dan
pengobatan, dan kelompok mana yang mengalami rekurensi merupakan
tujuan dari studi ini.


--
Shigenoi Haruki

No comments:

Post a Comment