Linkbucks

Monday, September 28, 2009

Tannin dalam Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Penghambat Pertumbuhan Sel Kanker Payudara


Dewi Sri Wulandari
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Abstrak
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita sekaligus penyebab utama kematian pada wanita akibat kanker. Tanaman sirih merah (Piper crocatum) mengandung senyawa fitokimia yaitu alkaloid, saponin, tannin dan flavonoid. Tannin dapat menyebabkan regresi tumor yang sudah terdapat di jaringan. Peranan tannin dalam sirih merah (Piper crocatum) dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara antara lain sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas, menghambat respon ornitin dekarboksilase (ODC) berkaitan dengan promosi sel tumor, menghambat fase S dari siklus sel hampir secara lengkap, memblokade CXCR4 pada sel kanker sehingga mampu menghentikan pertumbuhan kanker, dan menghambat glikosisis anaerob pada jaringan tumor dalam konsentrasi rendah. Karena pentingnya peranan tannin dalam sirih merah (Piper crocatum) dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman obat yang cukup potensial sebagai alternatif terapi untuk berbagai kanker, khususnya kanker payudara.

Pendahuluan
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara.1 Menurut WHO 8-9% wanita akan mengalami kanker payudara. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Setiap tahun lebih dari 250,000 kasus baru kanker payudara terdiagnosa di Eropa dan kurang lebih 175,000 di Amerika Serikat. Belum ada data statistik yang akurat di Indonesia, namun data yang terkumpul dari rumah sakit menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki ranking pertama diantara kanker lainnya pada wanita.2
Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita akibat kanker. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat 44,000 pasien meninggal karena penyakit ini sedangkan di Eropa lebih dari 165,000. Setelah menjalani perawatan, sekitar 50% pasien mengalami kanker payudara stadium akhir dan hanya bertahan hidup 18 – 30 bulan.2
Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Kemudian pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas serta mengalami pertumbuhan yang berlebihan.1
Tanaman sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae. Ramuan sirih merah (Piper crocatum) telah lama dimanfaatkan oleh lingkungan kraton Jogyakarta sebagai tanaman obat yang berguna untuk ngadi saliro. Pada tahun 1990-an sirih merah (Piper crocatum) difungsikan sebagai tanaman hias oleh para hobiis, karena penampilannya yang menarik. Dalam daun sirih merah (Piper crocatum) terkandung senyawa fitokimia yaitu alkaloid, saponin, tannin dan flavonoid. Secara empiris sirih merah (Piper crocatum) dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes melitus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit.3
Beberapa artikel menyatakan peranan serbuk dan rebusan daun sirih merah (Piper crocatum) dalam menyembuhkan kanker.3 Konsumsi rebusan selembar daun sirih merah (Piper crocatum) per hari dapat menyembuhkan kanker payudara.4 Potensi sirih merah (Piper crocatum) sebagai tanaman obat multi fungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan dalam penggunaannya sebagai bahan obat modern, dalam hal ini adalah obat antikanker.3
Tannin, salah satu fitokimia yang terdapat dalam sirih merah (Piper crocatum), merupakan astringen, polifenol dalam tumbuhan yang mengikat dan menciutkan protein.5 Tannin dapat ditemukan dalam jaringan daun, tunas, biji, akar, dan batang.6 Tannin dapat digunakan dalam bidang medis sebagai obat antidiare, hemostatik, dan antihemoroid. Di samping itu, tannin memiliki efek moluskisida, antiviral, antiinflamasi dan mempercepat penyembuhan luka. Tannin juga dapat menyebabkan regresi tumor yang sudah terdapat di jaringan.7
Dalam sebuah penelitian klinis di Kuba, diberikan asam tannin 10% kepada 21 orang pasien kanker. Dari 21 pasien tersebut, 5 diantaranya menderita kanker payudara yang sudah metastasis, bahkan 2 di antaranya sudah mencapai stadium terminal. Pemberian tannin dilakukan selama minimal 3 bulan dan memberikan hasil berhentinya pertumbuhan dan metastasis kanker, serta regresi tumor yang terdapat di jaringan.8
Oleh karena pentingnya pengembangan pengobatan kanker menggunakan konsep herbal, diperlukan pembahasan yang lebih rinci mengenai peranan sirih merah (Piper crocatum) dengan kandungan tannin di dalamnya dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Diharapkan karya ilmiah ini dapat memberikan solusi bagi tantangan dalam pengobatan kanker.

Pembahasan
Kandungan kimia senyawa aktif yang terdapat pada daun sirih merah (Piper crocatum) adalah polifenol dan tannin. Kedua senyawa tersebut termasuk golongan fenol dan aktivitas biologis sebagai penangkal radikal bebas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat melawan penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas seperti kanker.9
Banyak laporan yang menyatakan adanya hubungan terbalik antara konsumsi teh, yang banyak mengandung tannin, dengan insiden kanker. Molekul tannin dapat mengurangi aktivitas mutagenik dari berbagai mutagen melalui sifat antioksidannya yang penting dalam melindungi sel dari kerusakan oksidatif, termasuk peroksidasi lemak. Pembentukan radikal superoksida juga dilaporkan dapat dihambat oleh tannin.10
Dalam sebuah penelitian dilakukan pemberian asam tannin per oral kepada mencit Balb/c. Tikus tersebut telah diinokulasi dengan sel tumor syngeneic (Meth/A) secara intraperitoneal. Asam tannin yang disuspensikan dalam air minum dan diberikan setiap hari dengan 875 mg/kg/hari dan 1750 mg/kg/hari meningkatkan survival rate menjadi 59% dan 48 %, sedangkan pada tikus kontrol hanya sebesar 29%. Dalam studi mengenai sitotoksisitas, dilakukan pemberian asam tannin pada tikus dengan dosis 875 dan 1750 mg/kg/hari selama 35 hari. Studi histologis tidak menunjukkan penemuan patologis pada ginjal, hati, atau paru-paru tikus yang diberi asam tannin dengan dosis tersebut.11
Sebuah penelitian melakukan pengujian terhadap kemampuan berbagai fenol alami dalam tanaman dalam menghambat respon ornitin dekarboksilase (ODC) berkaitan dengan promosi sel tumor oleh 12-O-tetradecanoylphorbol-13-acetate (TPA). Kemampuan asam tannin menghambat 85% ODC dalam promosi sel tumor menunjukkan bahwa asam tannin dan polifenol lainnya tidak hanya efektif terhadap inisiasi tumor, tetapi juga terhadap fase promosi tumorigenesis.12
Apabila asam tannin dikultur bersama dengan sel tumor dari tumor ganas manusia (HCT-15 & AGS), terjadi supresi pertumbuhan tumor yang cukup signifikan, yaitu 50% pada konsentrasi di antara 50 μg/ml dan 12.5 μg/ml. Ketika asam tannin diinjeksikan pada sel HCT-15 dengan elektroforesis pada 1180 μp dan 200 Ω, terjadi supresi sebesar 34.3% pada konsentrasi 50 μg/ml dalam larutan HBS. Sel yang hanya mengalami kontak dengan larutan asam tannin selama satu jam dengan kondisi yang sama mengalami 26.1%. Penemuan histrografi menunjukkan bahwa asam tannin menghambat fase S dari siklus sel hampir secara lengkap.13
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa reseptor membrane CXCR4 terlibat langsung dalam migrasi dan penurunan kematian sel kanker. Reseptor yang merupakan mediator utama metastasis ini diekspresikan oleh hamper semua sel kanker dan leukemia. Asam tannin dapat memblokade CXCR4 pada sel kanker sehingga mampu menghentikan pertumbuhan kanker.14
Penelitian lainnya mempelajari efek tannin terhadap glikolisis anaerob, yang penting dalam pertumbuhan tumor, pada jaringan tumor tikus, Jensen sarcoma. Hasil penelitian menjelaskan bahwa glikosisis anaerob pada jaringan tumor dapat dihambat oleh asam tannin dalam konsentrasi rendah (0,1%).15

Kesimpulan
Peranan tannin dalam sirih merah (Piper crocatum) dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara antara lain sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas, menghambat respon ornitin dekarboksilase (ODC) berkaitan dengan promosi sel tumor, menghambat fase S dari siklus sel hampir secara lengkap, memblokade CXCR4 pada sel kanker sehingga mampu menghentikan pertumbuhan kanker, dan menghambat glikosisis anaerob pada jaringan tumor dalam konsentrasi rendah.
Karena pentingnya peranan tannin dalam sirih merah (Piper crocatum) dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman obat yang cukup potensial sebagai alternatif terapi untuk berbagai kanker, khususnya kanker payudara.

Referensi
1. Wikipedia. 2009. Kanker Payudara. http://id.wikipedia.org/Kanker_Payudara/, (25 Maret 2009).
2. Pharmaceuticals. 2009. Kanker Payudara. http://www.hompedin.org/download/kankerpayudara.pdf, (20 Maret 2009).
3. Manoi, F. 2008. Sirih Merah sebagai Tanaman Obat Multi Fungsi. Warta Puslitbangbun. 13(2). http://balittro.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=77&Itemid=38, (3 Maret 2009).
4. Sadewo, B. 2007. Sirih Merah Atasi Diabetes Melitus dan Tumor. http://greenery.phpnet.us/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=15, (5 Maret 2009).
5. McGee, H. 2004. On Food and Cooking. New York: Simon & Schuster. Pg714.
6. Hemingway, R.W. dan J.J. Karchesy, Editor. 1989. Chemistry and significance of condensed tannins. New York: Plenum Press. Pg 47-60.
7. Bajaj, Y.S. 1999. Biotechnology in Agriculture and Forestry. Medicinal and Aromatic Plants V Springer. 24.
8. Falcon, J. 2001. Composition and method of treating cancer with tannic acid and tannin complexes. http://www.patentstorm.us/patents/6200568/fulltext.html, (25 Maret 2009).
9. Hernani dan M. Rahardjo. Tanaman Berkhasiat antioksidan. Jakarta: Penebar Swadaya.
10. Chung, K. T., T.Y. Wong, C.I. Wei, Y.W. Huang, dan Y. Lin. 1998. Tannins and Human Health: A Review. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 38(6):421-464. http://www.ingentaconnect.com/content/tandf/bfsn/1998/00000038/00000006/art00001, (11 Maret 2009).
11. Koide, T., H. Kamei, Y. Hashimoto, T. Kojima, dan M. Hasegawa. 1999. Tannic Acid Raises Survival Rate of Mice Bearing Syngeneic Tumors. Cancer Biotherapy & Radiopharmaceuticals. 14(3): 231-234. http://www.liebertonline.com/doi/abs/10.1089/cbr.1999.14.231?journalCode=cbr, (11 Maret 2009).
12. Gali, H.U., E. M. Merchellet, dan J.-P.Perchellet. 1999. Inhibition of tumor promoter-induced ornithine decarboxylase activity by tannic acid and other polyphenols in mouse epidermis in vivo. http://cat.inist.fr/?aModele=afficheN&cpsidt=19729960, (11 Maret 2009).
13. Kamei, H., T. Koide, Y. Hashimoto, T. Kojima, dan M. Hasegawa. 1999. Tumor Cell Growth Suppression by Tannic Acid. Cancer Biotherapy & Radiopharmaceuticals. 14(2): 135-138. http://www.liebertonline.com/doi/abs/10.1089/cbr.1999.14.135, (11 Maret 2009).
14. Martin, S. 2005. Tannic Acid and Cancer Prevention. http://www.grouppekurosawa.com/blog/2005/05/tannic-acid-and-cancer-prevention.htm, (25 Maret 2009).
15. Lasnitzki, A. 1946. A Note on the Action of Tannin upon Tumour Glycolysis. http://www.biochemj.org/bj/040/0263/0400263.pdf, (11 Maret 2009).


No comments:

Post a Comment